Articles by "SEO"
Tampilkan postingan dengan label SEO. Tampilkan semua postingan
Pengertian Yoast SEO, Fakta, Sejarah Plugin Yoast SEO, Tujuan dan Fungsi plugin Yoast SEO

Salah satu alasan kenapa platform WordPress dikategorikan User Friendly, lantaran di dalamnya kita bisa menambahkan berbagai plugin pendukung SEO.

Selain itu, plugin-plugin ini juga berfungsi mengatur tampilan, mengorganisi pergerakan email pelanggan (Subscribers), akun, dan masih banyak lagi. Inilah alasan kenapa WordPress dikatakan platform blogging paling Human-Friendly.

Tidak seperti Blogspot (Blogger), mau mengubah tampilan, mengatur email, atau menambahkan Social Share Button pun; mau tidak mau harus "bergelut" dengan HTML, CSS, dan bahkan JavaScript.

Pengertian Yoast SEO


Pernah dengar, membaca, atau melihat tulisan Yoast SEO? Atau All in One SEO Pack, mungkin?

Baik itu plugin Yoast maupun plugin All in One SEO Pack, sama-sama berguna dan/atau bertujuan untuk meningkatkan prioritas artikel kita di halaman pertama Google agar mendapatkan Organic Traffic sebanyak mungkin.

Masalahnya, layanan atau fitur-fitur yang ada All in SEO Pack tidak selengkap Yoast SEO. Pada plugin Yoast SEO, kita bisa mengatur segalanya; bahkan penggunaannya sangat mudah.

Saya adalah blogger yang bermain di Blogger/Blogspot; tidak ada plugin Yoast SEO sama sekali disini. Pertama kali "bertemu" dengan plugin Yoast SEO, ketika menjadi penulis di situs web Gee Jhon - 2016. Berawal dari plugin Yoast SEO, saya mencoba mengimplementasikannya di Blogger/Blogspot. Hasilnya? 100% PERFECT.

Yoast SEO adalah sebuah plugin SEO yang hanya tersedia di platform WordPress, berfungsi menaikkan peringkat (ranking) artikel situs web di halaman telusur mesin pencari -- Search Engine Result Page (SERP).

Jika selama ini artikel sobat tidak pernah masuk ke halaman pertama Google (Page One), maka Yoast SEO bisa di install, di coba, dan/atau diterapkan di situs web sobat.

Yoast SEO akan memberikan arahan bagian-bagian mana saja yang perlu di edit atau ditambahkan pada Content yang dimaksud; misalnya Title Tag, Permalink, Internal Linking, Description, Breadcrumbs, dan masih banyak lagi.

Dengan penerapan (implementasi) yang tepat dan akurat, di dukung berbagai ilmu dan pengetahuan tentang Blogging dan algoritma Google, maka artikel sobat akan mudah ditempatkan di halaman pertama Google.

Awal Mula dan Sejarah Plugin Yoast SEO


Namanya adalah Joost de Valk, orang yang menciptakan plugin Yoast. Joost lahir pada tahun 1982 di Beuningen, Belanda. Sejak kecil, Joost senang dengan komputer.

Orang tuanya tidak habis pikir, Joost selalu saja menghancurkan komputer keluarga. Hingga pada akhirnya, orang tuanya membelikan komputer pertama untuk Joost yang saat itu masih berumur 12 tahun.


Pada tahun 1994, Joost meluncurkan situs web pertamanya. Saat itu, Joost rela menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli RAM.

“I loved building stuff in code; I spent all my money on buying extra RAM.”

Pada umur 20 tahun, Joost resmi bekerja di perusahaan IT.

“I was a nerd, writing code and all, but I was able to sell stuff too,” Joost says, “Apparently, I’m a smooth talker.”

Bagi para pembaca yang penasaran dengan situs web pribadi milik Joost de Valk (www.joostdevalk.nl), silakan kunjungi alamatnya. Isinya tentang HTML, CSS, dan Coding in General.

Pada tahun 2005, Joost terlibat dalam proyek Open Source: WebKit. WebKit adalah komponen perangkat lunak untuk rendering halaman web (bagian penting dari Safari).

Joost mengakui bahwa dirinya senang bekerja sama dengan pengembang dari seluruh dunia.

“The concept of open source appealed to me. I liked the equality and the openness of WebKit. I loved the fact that everyone, including me, could contribute to something.”

Tidak lama berselang, Joost pun bertemu dengan Marieke. Mereka pun jatuh cinta. Pada musim panas 2006, putra tertua mereka, Tycho, lahir.

Ketika Marieke hamil, Joost sedang mengerjakan tesis PhD-nya. Karena dia bertekad untuk menyelesaikan tesis itu, Joost berhenti bekerja di WebKit. Saat itu pula, Joost bekerja sebagai konsultan SEO di rumah sekaligus mengurusi bayinya, Tycho.

Pengertian Yoast SEO, Fakta, Sejarah, dan Fungsi plugin Yoast SEO
Anak-Anak Joost dan Marieke

Sebelumnya, Joost tidak pernah berminat dengan SEO. Ternyata, pekerjaan SEO mengubah karirnya secara signifikan.

Karena pada dasarnya Joost sudah paham mengenai Coding dalam mengembangkan situs web, Joost pun memahami semua aspek teknis dari SEO yang dimaksud.

“As I was able to write code and develop websites, I immediately understood all technical aspects of SEO.”

Tidak sulit bagi Joost untuk diakui sebagai ahli SEO karena ia mengetahui secara benar tentang teknis SEO, lalu mengkombinasikannya dengan kemampuannya, dan mampu berbicara di depan umum dengan sangat menarik.

Pada tahun-tahun inilah, antara 2006 sampai 2009, Joost pergi ke banyak konferensi. Pertama sebagai peserta, kemudian sebagai pembicara (pemateri).

Yang paling membanggakan, Joost berbicara di konferensi seperti SMX, lambat tapi pasti, Joost pun dikenal sebagai ahli SEO.

Pada tahun 2007 inilah nama Yoast ditemukan! Awal mula dan sejarah terciptanya nama "Yoast", terjadi ketika Joost dan Rand Fishkin bertemu di SMX Stockholm pada tahun 2007.

Joost mencoba menjelaskan kepada Rand Fishkin cara mengucapkan nama depannya. Rand pun berkata, “O, that’s easy, just toast with a Y.” Dari percakapan sederhana tersebut, lahirlah nama "Yoast".

Asal pembaca tahu saja... Rand Fishkin merupakan seorang pakar dan master SEO terkenal di dunia; dia cukup disegani di kalangan blogger dunia. Hanya orang bodoh yang menganggap remeh sosok dari Rand Fishkin. Rand Fishkin sudah mendefinisikan SEO seperti apa dan bagaimana cara kerjanya.

Pada waktu yang berdekatan, tepatnya April 2016, Joost membuat situs web pertamanya di WordPress. Joost beranggapan kalau WordPress merupakan platform blogging paling SEO Friendly yang pernah ia temukan.

“I was searching for a CMS, as that made it easier to use and maintain websites. I looked into a few and chose WordPress. I already worked on WebKit and was a big believer in open source. The fact that WordPress was open source appealed to me a lot.”

Joost dengan cepat menjadi seorang fanboy WordPress. Dia menjadi anggota aktif di komunitas WordPress, menulis tentang WordPress di blognya dan membuat kontribusi inti pertamanya di tahun 2007.

Joost pun mulai menggabungkan pengetahuannya tentang SEO dengan semangatnya untuk WordPress. Dia mengembangkan beberapa plugin kecil. Plugin tersebut membantu pengguna WordPress untuk mengoptimalkan situs web mereka bagi mesin pencari. Plugin ini dengan cepat mengumpulkan basis pengguna yang sangat besar.

2010 - 2012 Joost untuk Yoast


Pada tahun 2010, Joost memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai konsultan SEO. Dia bertekad untuk membangun dan memulai sebuah perusahaan.

Saat itu dia cukup yakin tidak akan pernah mempekerjakan karyawan, -- meski seorang pun. Jadi dia menamai perusahaan tersebut dengan namanya, Yoast.

Pada waktu itu, Joost menghasilkan uang dengan melakukan peninjuan situs dan memberikan konsultan SEO di perusahaan besar seperti eBay. Selain itu, ia juga mengembangkan plugin SEO untuk WordPress.

Tepat pada bulan Oktober 2010, Joost akhirnya membuat satu plugin kecil yang dinamakan WordPress SEO, hingga pada akhirnya pun namanya berubah menjadi Yoast SEO.

“I couldn’t do them all. Michiel stepped in and did some site reviews.”

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Yoast SEO, pada tahun 2012, Joost merekrut Michiel sebagai karyawan pertama Yoast.

Pada awalnya, Joost beryakinan bahwa "perusahaan" Yoast yang dibangunnya tidak membutuhkan karyawan. Hingga akhirnya, Joost menyadari bahwa Michiel merupakan partner yang tepat baginya.

Dikatakan Joost, Michiel merupakan orang yang sangat paham tentang SEO dan User eXperience (UX), lalu dia tahu bagaimana caranya mengkombinasikan kedua hal tersebut. Michiel pun dikatakan orang yang sangat luar biasa, dan merupakan pasangan yang sempurna bagi Joost pribadi.

Pertemuan Joost dengan Michiel Heijmans terjadi pada akhir tahun 2011. Saat ini, baik Joost maupun Michiel sudah menjadi teman dekat.

Yoast Lebih dari Sekedar "Joost" - 2012/2014


Michiel dan Joost menyewa sebuah kantor di kota asal mereka, Wijchen. Yoast merupakan nama komunitas di WordPress, dan Joost menanam banyak uang dan usaha dalam mengembangkan mereknya.

Mereka menyewa ilustrator yang bernama Erwin (sebelumnya Freelance) untuk membuat beberapa avatar dan gambar Joost. Kemudian, mereka memutuskan untuk menyewa seorang desainer grafis, Mijke.

Pada 2012, Yoast sudah mulai menghasilkan uang dari plugin WordPress. Yoast SEO sebenarnya sudah memiliki banyak pengguna tetapi tidak memiliki pelanggan yang membayar.

Pada September 2012, Yoast meluncurkan video SEO. Karena kesibukan yang sangat padat ini, saudara Joost, Thijs ikut serta dalam petualangan di akhir tahun tersebut.

Marieke Bergabung dengan Yoast


Setelah Merieke menyelesaikan Ph.D-nya, pada tahun 2011 ia bekerja diberbagai universitas. Pada musim panas 2013, Marieke memutuskan untuk melepaskan karir akademisnya dan bergabung hanya pada Yoast.

Dipercaya atau tidak, bergabungnya Marieke dengan Yoast membuat perusahaan ini tumbuh dengan sangat cepat. Karier akademis Marieke tidak lagi menjadi batasan bagi karir Joost dan Yoast.

Yoast terus Berkembang dari Tahun ke Tahun


Pada tahun 2011, Yoast adalah Joost. Pada akhir 2012, Yoast terdiri dari Joost dan empat karyawan lainnya.

Pada takhir tahun 2013, Yoast terdiri dari 10 karyawan. Dan pada akhir tahun 2014, Yoast mempekerjakan total 15 orang. Pada tahun 2015, sembilan orang lainnya bergabung dengan perusahaan, totalnya kini menjadi 24 orang.

Pada akhir tahun 2016, ada sekitar 40 orang dan pada akhir tahun 2017, ada lebih dari 50 orang yang bekerja di kantor Wijchen.

Juga, lebih dari selusin orang yang bekerja diberbagai belahan dunia; dan mereka semua "tunduk" pada Joost.

Omar Bergabung dengan Yoast


Pada tahun 2014, Omar Reiss bergabung dengan Yoast. Keterlibatan Omar dengan Yoast sangat berpengaruh.

Ketika Omar datang, Yoast memiliki 3 pengembang tanpa sistem yang jelas. Ketika itu, Omar mampu membuat tim yang tidak ada apa-apanya, menjadi tim pengembang yang sangat nyata.

Omar memperkenalkan berbagai pemrograman berpasangan dan membuat sistem dimana setiap rekan-rekannya dapat meninjau kodenya masing-masing.

Omar memastikan bahwa kualitas kode yang ada di plugin Yoast SEO bekerja menjadi lebih baik, dan ternyata berhasil dengan hasil yang sangat sempurna, sangat-sangat sempurna.

Nowadays, our development team consists of over twenty developers in Wijchen and three developers abroad.

Tahun terus berganti, dan Joost menjual sebagian saham Yoast kepada Omar dan Michiel.

Joost ditetapkan akan selalu menjadi pendiri dan CEO Yoast, akan tetapi semua keputusan penting dibuat dan diambil oleh 4 orang ini; mereka adalah Joost, Marieke, Michiel, dan Omar.

Membangun Yoast Academy


Pada tahun 2015, Yoast mendirikan kursus SEO, baik dilakukan secara nyata (Offline) maupun Online.

Yoast Academy sejatinya mengajari mereka cara mengoptimalkan situs web mereka. Yoast Academy pun banyak diikuti oleh peserta dan terus tumbuh hingga detik ini.

Bagaimana dengan Masa Depan Yoast?


Kini Yoast telah tumbuh dan berkembang. Sulit memprediksikan masa depan. Google berubah secara teratur, dan Yoast pun akan mengikuti perubahaan yang dilakukan oleh Google.

Kini pun, Yoast akan terus mengembangkan Yoast Academy, dan terus mengajari orang tentang SEO dan memastikan bahwa SEO itu bisa dilakukan oleh semua orang, dan membuat SEO tampak lebih mudah untuk semua orang.

Yoast juga sangat agar orang-orang fokus untuk menghasilkan konten yang berkualitas, desain web yang berkualitas, dan pengodean dengan kualitas yang tinggi.

Nah itu dia pengertian Yoast SEO, fakta, dan sejarah plugin Yoast SEO serta siapa penemu plugin Yoast SEO. Ok semoga berguna.*
Pengertian Alexa Rank, Cara Alexa Rank Menganalisa Peringkat Blog, dan Faktor Tinggi dan Rendahnya Peringkat Situs di Website Alexa Rank

Apa tolak ukur dan/atau faktor tinggi dan rendahnya peringkat blog di situs Alexa Rank? Lalu, bagaimana cara Alexa Rank mengukur atau mengkalkulasikan kelayakan blog situs agar dapat peringkat di situs Alexa Rank?

Itulah yang akan kita bahas kali ini; mengingat banyaknya situs-situs diluar sana yang secara latah salah kaprah mendefinisikan Alexa Rank.

Alexa Rank adalah situs yang dibuat oleh website Amazon; Alexa Rank berfungsi/berguna untuk menghitung lalu lintas (trafik) suatu situs; dimulai dari otorisasi domain, DTOS, audiens, trafik organik, pentalan situs, dan kunjungan situs per bulannya.

Pengertian Alexa Rank dan Cara Alexa Rank Menganalisa Peringkat Situs

Selain itu, untuk mendapatkan informasi metriks dari Alexa Rank, suatu blog yang sudah didaftarkan ke Alexa Rank harus menunggu selama 3 bulan agar metriks perhitungannya benar-benar ditampilkan oleh Alexa Rank secara AKURAT.

Dikatakan akurat karena beberapa situs diluar sana (tidak sebut merek) menyebutkan bahwa Alexa Rank tidak benar-benar tepat dalam memberikan peringkat yang sebenar-benarnya.

Setelah mengetahui definisi Alexa Rank, lalu bagaimana Alexa Rank menganalisis suatu situs agar mendapatkan peringkat yang selayak-layaknya?

Cara Alexa Rank Menganalisa Peringkat Situs


Banyak yang tidak tahu kalau Alexa Rank menggunakan metriks Otorisasi, DOTS, Unique Visitor, Search Traffic, dan Audience Geography untuk menganalisis sebuah situs.

  • Otorisasi Domain; disebut juga Domain Authority dan Page Authority tentang kepopuleran URL/Domain dari situs tersebut
  • DTOS - Daily Time on Site; tentang seberapa lama waktu yang dihabiskan oleh para pembaca ketika membuka (mengakses) situs kita; berkaitan erat dengan algoritma UX Experience
  • Bounce Rate; disebut juga Pentalan Situs, tentang berapa kali pembaca memilah artikel per artikel dalam sekali kunjungan
  • Unique Visitor; tentang jumlah trafik yang didapatkan, baik dari segi Trafik Organik dan trafik kunjungan situs yang diperoleh dari sosial media seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Instagram, dan seterusnya
  • Search Traffic; disebut juga Organic Traffic, tentang seberapa besar dan/atau jumlah banyaknya kunjungan situs yang didapatkan langsung dari laman Google, Bing, dan Yandex (Search Engine Result Page)
  • Audience Geography; tentang asal trafik situs yang didapatkan, artinya semakin banyak jumlah pembaca yang mengunjungi situs kita dari berbagai negara, maka itu bagus untuk peringkat Alexa Rank

Dari beberapa poin-poin di atas, sudah dapat disimpulkan kan bagaimana cara Alexa Rank menganalisis suatu situs, yang mana nantinya akan memberikan peringkat kepada situs tersebut?

Nah, bagaimana peringkat SEO Killer Tips sampai hari ini?

Alhamdulillah, tidak mengecewakan. Berada di angka 27,727 untuk negara Indonesia, dan untuk Global Rank? Masya Allah... 1,637,426 setelah ada peningkatan sebesar 236,803.

Pengertian Alexa Rank dan Cara Alexa Rank Menganalisa Peringkat Situs

Bagaimana dengan situs sobat? Berada di peringkat berapa? Atau mungkin ada hal yang ingin ditanyakan?

Nah itu dia pengertian Alexa Rank dan bagaimana cara algoritma Alexa Rank memberikan peringkat suatu situs pada website Alexa Rank. Ok semoga berguna.
Pengertian dan Perbedaan Bold (Tulisan Tebal), Italic (Tulisan Miring), Underline/Underscore (Garis Bawah), dan Strikethrough (Garis Tengah)

Bold adalah kata/kalimat yang ditebalkan; Italic adalah kata/kalimat yang dimiringkan; Underline/Underscore adalah kata/kalimat yang digarisbawahi; sedangkan Strikethrough adalah kata/kalimat yang digaristengahi.

Baik itu Bold, Italic, Underline, dan Strikethrough; merupakan bagian dari Tipografi - suatu kesenian dan teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, guna kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

Perbedaan Bold, Italic, Underline & Strikethrough


Setelah berjuang berbulan-bulan lamanya untuk menemukan definisi dari ke empat istilah ini, akhirnya saya menemukan semua arti dan makna yang dimaksud.

Perbedaan Bold, Italic, Underline & Strikethrough dan Efeknya bagi SEO

1. Arti dan Makna Kata Bold (B)


Bold adalah penekanan/penegasan yang kuat terhadap suatu kata atau kalimat tertentu dibandingkan teks lainnya, bahwasanya kata/kalimat tersebut merupakan teks yang penting untuk dipahami.

Contohnya: Lihat dan cek artikel yang sobat baca saat ini, lihat beberapa kata yang saya "tekankan", artinya teks tersebut penting untuk dibaca dan diketahui.

Atribut HTML yang digunakan: <strong>text</strong> atau <b>teks</b>

2. Arti dan Makna Kata Italic (I)


Italic adalah teks yang dimiringkan ke kanan, yang artinya digunakan untuk beberapa kata atau kalimat yang tidak dikenali, bahasa asing, atau tidak terdaftar di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Tulisan kata atau kalimat dengan gaya Italic, seringkali digunakan untuk kalimat definisi dari bahasa tertentu, contohnya seperti hadist-hadist yang ada dibeberapa situs web Islam; dimana tulisannya bahasa Arab, sedangkan artinya menggunakan teks miring ke kanan.

Atribut HTML yang digunakan: <em>text</em> atau <i>text</i>

3. Arti dan Makna Kata Underline (U)


Underline, atau disebut juga Underscore, merupakan teks bergaris-bawah yang memiliki arti penting dari teks normal lainnya.

Garis bawah (bahasa Inggris: underscore atau bahasa Inggris: underline) adalah karakter yang awalnya ada dalam mesin ketik dan bertujuan memberi garis yang berada di bawah teks tulisan. Biasanya dalam Microsoft Word huruf U dengan garis di bawahnya. Teks yang bergaris bawah menandakan bahwa teks tersebut mempunyai arti penting dari teks normal yang lain. Wikipedia: Garis Bawah.

Atribut HTML yang digunakan: <span style="text-decoration:underline;">text</span>

4. Arti dan Makna Kata Strikethrough


Strikethrough adalah teks yang digaristengahi, disebut juga teks yang dicoret-coret pada bagian tengah teks/kalimat.

Umumnya, teks yang diberi gaya Strikethrough merujuk pada kata-kata yang tidak pantas dan/atau tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan manusia.

Suatu teks yang diberi tanda Strikethrough, juga mengartikan bahwa teks tersebut tidak layak untuk di tulis atau diungkapkan, sedangkan teks tersebut sang penting untuk disisipkan didalamnya karena bertujuan untuk memudahkan pemahaman isi artikel yang dimaksud.

Atribut HTML yang digunakan: <span style="text-decoration:line-through;">text</span>

Pengaruh Teks Bold, Italic, Underline, dan Strikethrough bagi SEO


SEO merupakan serangkaian optimasi situs guna menempatkan artikel dan situs diperingkat 10 besar pada halaman pertama Google.

Satu-satunya strategi dan tujuan SEO ialah mendapatkan trafik sebanyak mungkin; baik secara langsung pada Search Engine Result Page, maupun dengan cara memanfaatkan sosial media seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Instagram, dan seterusnya.

Yang menjadi pertanyaannya kali ini, apa hubungan Bold, Italic, Underline, dan Strikethrough dengan SEO? Jawabannya, tidak ada pengaruh sama sekali antara SEO dengan Bold, Italic, Underline, dan Strikethrough.

Baik itu Bold, Italic, Underline, dan Strikethrough merupakan strategi SEO lawas, teknik lama, dan tidak mempengaruhi sama sekali pada peringkat artikel dihalaman pertama Google.

Nah, itu dia perbedaan teks Bold, Italic, Underline & Strikethrough dan pengaruhnya bagi SEO. Jika ada hal yang ingin ditanyakan, segera ajukan sebagaimana isi dari artikel ini. Ok semoga berguna.*
Fakta Terbaru Google: Indikator 'Secure' HTTPS di Hapus oleh Google

Sebelumnya penulis pernah menjelaskan kalau HTTPS berperan penting dan berpengaruh besar terhadap SEO suatu situs. Sayangnya, HTTPS akan di hapus oleh Google.

Sebenarnya, kata "di hapus" bukan kata yang tepat untuk menggambarkan "masalah" ini, hanya saja di buat menjadi lebih sederhana dari sebelumnya.

Di mulai dari Google Chrome versi 69, -- tepat di rilis pada bulan September 2018 mendatang, situs yang sudah menggunakan standart HTTPS tidak akan menampilkan tulisan "Secure" berwarna hijau lagi di bagian Address Bar, akan tetapi masih ada ikon gembok.

Indikator 'Secure' HTTPS di Hapus oleh Google, Kenapa?

Sebagaimana di kutip langsung dari Makemac, pada versi kelanjutannya, yakni Google Chrome versi ke 70, ikon gembok tersebut pun akan di hapus.

Untuk situs yang belum menggunakan standart HTTPS, Google Chrome akan menandakan website tersebut dengan cara menampilkan tulisan "Not Secure" dengan warna merah di bagian Address Bar.

Indikator 'Secure' HTTPS di Hapus oleh Google, Kenapa?


Nah apa alasan dan penyebab kenapa indikator HTTPS di Google Chrome di hapus oleh Google?

Tujuannya ialah agar tampilan Chrome tampak lebih minimalis. Dan sebagaimana anjuran para praktisi webmaster, sudah seharusnya semua situs web menggunakan protokol jaringan internet HTTPS agar lebih aman dikunjungi oleh para pembaca, dan mencegah adanya ancaman Internet dari luar.

Jika blog sobat belum dialihkan ke HTTPS, segera alihkan saat ini juga. Ikuti instruksi atau langkah-langkah cara migrasi blog dari HTTP ke HTTPS disini!

Bagi sobat -- Blogger atau penulis Online, yang menggunakan Blogger sebagai media Bloggingnya, fitur HTTPS dapat diaktifkan di Setelan atau Pengaturan Blogger. Ok semoga berguna.
Apa itu SEM? Perbedaan dan Perbandingan strategi SEO dan SEM.

98% blogger senior tidak asing dengan kata istilah SEO, SMM, SEM, SMO dan berbagai istilah lainnya.

Di dalam seminar atau workshop SEO blogging pun, para praktisi sering menggunakan berbagai istilah blog ini.

Masalahnya, dari berbagai referensi yang saya temukan, masih banyak yang menyamakan bahwa SEO dan SEM itu sama. Kenyataannya? Sangat berbeda. Dari segi tujuan, sama. Dari segi strategi, berbeda.

Pada dasarnya, baik itu strategi SEM dan SEO, sama-sama bertujuan meningkatkan visibilitas, pengunjung situs, maupun nilai jual produk.

Perbandingan Strategi SEO dan SEM, Bagus Mana?

Salah satu manfaatnya adalah semakin banyak pengunjung yang di peroleh, maka semakin besar nilai Page dan Domain Authority sebuah situs.

Ketika sebuah situs mendapatkan Page dan Domain Authority dengan nilai tinggi, maka nilai jual situsnya pun memiliki harga yang sangat tinggi.

Perbandingan SEO dan SEM, Bagus Mana?


SEO adalah serangkaian taktis guna meningkatkan visibilitas situs di hasil mesin pencari. Selain itu, tujuan SEO adalah mengarahkan lalu lintas berkualitas tinggi ke situs sobat, mengungguli pesaing, dan mengonversi pendatang.

SEO terbagi dalam 2 teknik yang berbeda; SEO On Page dan SEO Off Page. Kedua teknik ini harus dikombinasikan guna mendapatkan hasil yang optimal.

Pengertian SEM adalah Search Engine Marketing; strategi pemasaran konten, produk, artikel atau situs dengan mengandalkan PPC dan iklan (promosi) guna mendapatkan trafik melimpah dalam waktu cepat.

Saya ingin bertanya kepada sobat, pilih mana, apakah menggunakan strategi SEO atau strategi SEM untuk mendapatkan trafik banyak? Mengapa dan apa alasannya?

Namun, apabila sobat bertanya kepada saya, saya akan memilih SEM. Kenapa SEM? Kenapa tidak dengan strategi SEO?

Begini, SEM itu mengandalkan PPC (bayar per klik) dan promosi untuk memperoleh visibilitas pengunjung; praktisnya, posisi kita di sini, sama halnya dengan Advertiser (pengiklan).

Sebagai contoh, sobat punya produk korek api Zippo, karena ingin meningkatkan penjualan, maka mau tidak mau sobat harus memperkenalkan produk sobat kepada khalayak orang, kan?

Salah satu cara cepat meningkatkan penjualan korek api Zippo tersebut, tentu saja dengan mengandalkan PPC atau promosi. Bagaimana caranya? Dengan mengandalkan Google AdWords.

Tidak punya rekening? Tidak tahu cara bermain Google AdWords? Cari situs yang ramai dikunjungi, situs yang mayoritasnya dikunjungi anak muda dan bapak-bapak.

Silakan promosikan produk sobat di situs tersebut. Percaya atau tidak, dalam beberapa hari ke depan, penjualan produk sobat akan meningkat secara drastis.

Kalau produk sobat, -- korek api Zippo punya situsnya sendiri, coba bandingkan dengan optimasi SEO pada situs tersebut, dengan strategi SEM. Apa dan bagaimana jadinya?

Optimasi SEO membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menarik calon konsumen, sedangkan SEM? Cukup 1 atau 2 hari ke depan, maka efeknya akan terasa 100% -- penjualan produk akan meningkat secara signifikan.

SEM Cocok untuk Bisnis Online


Penggunaan strategi SEM itu cocok untuk hal-hal yang berbau bisnis online. SEM tidak cocok apabila sobat hanya "menjual" konten unik dan menarik.

Contohnya? Blogroll atau Link Exchange.

Jadi, apabila di dalam situs sobat ada produk yang ingin diperjualbelikan, maka SEM cocok diterapkan pada situs tersebut.

Namun, apabila situs tersebut hanya berisi artikel-artikel biasa, lebih baik jangan gunakan strategi SEM. Apalagi sampai tukaran link (Link Exchange).

Jadi, itulah pengertian SEO dan SEM serta perbandingannya. Menurut sobat, pilih mana? Dan apa alasannya?
Panduan Praktis tentang Tips Memilih dan Menentukan Seminar/Workshop SEO Blogger

Salah satu hal yang paling menarik dan di tunggu-tunggu oleh blogger mana pun adalah penyelenggaraan Workshop/Seminar SEO.

Dengan diselenggarakan dan mengikuti Workshop/Seminar SEO, sobat akan mempelajari berbagai materi dasar seputar Blogging, SEO, dan Internet Marketing. Biasanya, materi yang diberikan dimulai dari 0 sampai 100%. Tujuannya agar materi yang disampaikan terarah sebagaimana mestinya, sehingga mudah dipahami atau dimengerti oleh para alumni.

4 Tips Memilih Workshop/Seminar SEO

Sebelum masuk ke inti artikel, sobat harus tahu bahwa saya pernah menyinggung materi Seminar SEO. Selain itu, kenali terlebih dahulu tentang perbedaan Seminar dan Workshop.

Perbedaan Seminar dan Workshop


Seminar adalah suatu pertemuan yang diselenggarakan guna membahas suatu masalah ilmiah di bawah pimpinan.

Pimpinan yang dimaksud merupakan sosok guru besar, profesor, pakar atau ahli di bidang tersebut.

Orang-orang yang berpatisipasi di dalam seminar tersebut juga merupakan orang-orang yang ahli di bidang tersebut. Sedikit banyaknya, mereka paham dengan materi tersebut.

Pengertian Workshop adalah pelatihan (Training). Di dalam Workshop, sobat akan diberikan berbagai materi dan melakukan praktik. Bahasanya, Learning by Doing.

Ketika Workshop dimulai, dari awal hingga akhir, sobat akan diberikan materi dan dipandu oleh si praktisi untuk melakukan praktik yang diajarkan.

Pilih Seminar SEO atau Workshop SEO?


Tergantung dengan pribadi sobat ketika itu.

Jika sobat sudah punya basic atau dasar-dasar SEO dan Blogging, maka, baik itu seminar atau Workshop, pastinya cocok untuk sobat.

Jika sobat merupakan blogger pemula, belum tahu apa-apa tentang SEO dan Blogging, maka Workshop merupakan pilihan yang paling tepat untuk saat ini.

Mereka yang menyelenggarakan seminar atau Workshop tidak salah, sebagaimana definisinya, itulah yang mereka lakukan.

Jadi, sebelum benar-benar yakin untuk ikut suatu seminar atau Workshop, sobat harus tahu dulu perbedaan dari kedua definisi yang dimaksud. Lalu, posisikan diri sobat sebagaimana definisinya.

4 Tips Memilih Workshop/Seminar SEO


Melalui artikel ini, sobat akan mempelajari dan mengetahui beberapa tips memilih dan menentukan Workshop/Seminar SEO yang benar dan tepat.

1. Siapa si Pemateri?


Perhatian utama kita disini adalah siapa yang akan memberikan materi.

Kalau si pemateri punya skill abal-abal, atau teman sobat yang notabene skill-nya di bawah sobat, lebih baik jangan ikut. Pasti sia-sia. Secara logika, ilmu pengetahuan sobat jauh lebih meyakinkan dibandingkan dia.

True, kan? Secara "perasaan", tidak ada salahnya untuk ikut berpatisipasi. Anggap saja mendukung teman sendiri :)

Namun, apabila si pemateri merupakan blogger yang memang terkenal dan diakui semua blogger Indonesia, maka sobat wajib ikut berpatisipasi.

2. Materi yang Diajarkan


Seperti apa materi yang akan di bahas atau diajarkan nantinya? Sobat berhak untuk bertanya kepada panitia atau praktisi secara langsung.

Kalau materi yang diajarkan seperti membuat blog, dasar-dasar SEO dan melakukan teknik pemasaran konten; sedangkan sobat sudah paham banget dibagian itu, untuk apa ikut seminar atau Workshop? Otomatis buang-buang waktu, tenaga dan pikiran.

Tanyakan lagi, materi SEO yang akan diajarkan nantinya, apakah materi yang berkaitan dengan White Hat SEO atau Black Hat SEO?

SEO itu terbagi atas 2 teknik, teknik positif dan negatif. Kalau yang diajarkan adalah teknik SEO negatif, itu sama saja sobat sedang "belajar cara mencuri artikel di blog orang lain".

Teknik SEO negatif sudah pasti merugikan orang lain, apalagi ilmunya tidak berkah. Berbeda dengan teknik positif yang berbanding lurus kepada "kebaikan", tidak merugikan orang lain, dan ilmunya BERKAH.

Lihat gambar di bawah ini:

4 Tips Memilih Workshop/Seminar SEO bagi Blogger Pemula

Pada gambar di atas, ada judul dengan materi, "Ternak Blogspot dan Auto Post Blog 1x Klik Bisa Ditinggal Tidur."

Ternak blogspot tidak masalah, ini alami, lagi pula saya pun melakukannya. Tapi.... pada "Auto Post Blog" ini yang sangat saya sesalkan.

Dari bahasanya saja, "Auto Post Blog", merupakan teknik pencurian konten dari situs luar.

Cara kerjanya seperti ini. Sobat buat blog, dengan beberapa teknik, artikel di blog orang lain akan ter-copy-paste secara otomatis dalam waktu singkat.

Sobat punya situs, artikelnya ratusan, apakah sobat rela kalau artikel sobat di curi orang lain? Jadi, kalau tidak ingin dirugikan orang lain, cobalah untuk tidak merugikan orang lain terlebih dahulu.

Coba pelajari, Auto Blog dan Auto Generated Content (AGC).

3. Menemukannya di Google


Biasanya, seseorang yang mengaku praktisi atau pakar di bidang SEO dan Blogging, selalu mempromosikan dirinya di Google.

Buka halaman Google dan cari dengan kata kunci, "Pelatihan SEO", "Pakar SEO", atau "Ahli SEO."

Jika yang muncul di halaman pertama Google adalah situs si pemateri, maka itu patut diapresiasi. Secara, dengan beberapa kata kunci di atas, URL situsnya berada di halaman pertama Google.

Beberapa tindakan di atas, setidaknya membuktikan bahwa dia memang praktisi SEO.

Seorang pakar atau ahli SEO sudah pasti menguasai halaman pertama Google sebagaimana kata kuncinya: "Pelatihan SEO", "Pakar SEO", atau "Ahli SEO."

4. Membuktikan si Pemateri Apakah Praktisi SEO dan Blogging, atau Abal-Abal


Pemateri apakah orang terkenal? Orangnya biasa-biasa saja? Atau dia merupakan "utusan" dari sebuah lembaga?

Untuk mengetahui profil si pemateri, cari namanya di Google. Jika tidak ada, pemateri tersebut adalah blogger abal-abal. Tidak terbukti kalau dia itu ahli dan pakar di bidang SEO dan Blogging.

Selain itu, kalau pun namanya muncul di halaman pertama Google, beberapa pertanyaan ini wajib dilayangkan kepadanya:

  • Bapak sudah punya berapa blog? Apakah blog-blog tersebut masih aktif? Jika pun tidak aktif lagi, (jika artikelnya Page One) apakah artikel di dalam blog tersebut MASIH berada di halaman pertama Google?
  • Apakah blog bapak sudah berpenghasilan? Berapa? Dan mana buktinya?
  • Di dalam ruangan ini, bapak mengaku bahwa bapak adalah praktisi SEO dan Blogging, otomatis halaman pertama Google makanan sehari-hari bapak. Sebagai bukti bahwa bapak adalah praktisi SEO dan Blogging, tunjukkan setidaknya 20 artikel bapak yang berada di halaman pertama Google.
  • Apakah bapak pernah mengikuti lomba SEO dan memenangkannya? Berapa kali bapak mengikuti lomba SEO, dan berapa kali bapak memenangkannya? Mana sertifikatnya?

Sobat harus tahu bahwa beberapa pertanyaan di atas yang tergolong sangat vital. Jika si pemateri tidak mampu menjawab dan tidak bisa membuktikannya, maka dia praktisi SEO abal-abal.

Seseorang yang mengaku pakar, ahli dan master di bidang SEO dan Blogging, HARUS MEMILIKI BUKTI.

Sebagaimana manusia yang diciptakan oleh Alla ta'ala, diberkahi akal dan/atau pikiran, sobat harus berpikir dengan cerdas, realistis, dan selektif.

Jadi, itulah beberapa cara tepat dalam memilih dan menentukan seminar SEO atau Workshop SEO dengan benar.*
Kode Template Blogger Mobile Friendly dan Responsive: CSS Media Queries untuk Desktop, Tablet dan Mobile

CSS Media Queries merupakan kumpulan kode CSS yang akan mengatur Mobile Friendly dan Responsive sebuah template blogger.

Kode-kode ini bisa sobat gunakan dan berfungsi untuk memodifikasi berbagai tata letak (elemen) dari tampilan situs agar terlihat Mobile Friendly dan Responsive ketika di akses melalui smartphone, tablet dan komputer (laptop).

CSS Media Queries untuk Desktop, Tablet dan Mobile

CSS Media Queries ini sudah lama saya dapatkan melalui situs Github oleh Gokul Krish. Sengaja tidak saya bagikan di blog ini karena sedang dalam masa membuat dan mengembangkan template blogger SEO Kraken.

CSS Media Queries untuk Desktop, Tablet dan Mobile


Berikut kode-kode CSS yang mengatur tampilan blog Mobile Friendly (Responsive/Adaptif) template blogger:

/*
##Device = Desktops
##Screen = 1281px to higher resolution desktops

*/
@media (min-width: 1281px) {
//CSS
}
/*
##Device = Laptops, Desktops
##Screen = B/w 1025px to 1280px

*/
@media (min-width: 1025px) and (max-width: 1280px) {
//CSS
}
/*
##Device = Tablets, Ipads (portrait)
##Screen = B/w 768px to 1024px

*/
@media (min-width: 768px) and (max-width: 1024px) {
//CSS
}
/*
##Device = Tablets, Ipads (landscape)
##Screen = B/w 768px to 1024px

*/
@media (min-width: 768px) and (max-width: 1024px) and (orientation: landscape) {
//CSS
}
/*
##Device = Low Resolution Tablets, Mobiles (Landscape)
##Screen = B/w 481px to 767px

*/
@media (min-width: 481px) and (max-width: 767px) {
//CSS
}
/*
##Device = Most of the Smartphones Mobiles (Portrait)
##Screen = B/w 320px to 479px

*/
@media (min-width: 320px) and (max-width: 480px) {
//CSS
}

Jika ada bagian kode CSS yang kurang atau belum lengkap, silakan lengkapi di kolom komentar yang telah disediakan.

Tapi sih yaaa... saya rasa, kode CSS di atas sudah cukup lengkap.

Perlu sobat ketahui, hampir semua template blogger premium menggunakan kode CSS Media Queries di atas. Ok semoga berguna dan selamat memodifikasi template blogger.*
Mau Ikut Seminar atau Workshop SEO Blog, YouTube dan Google AdSense tapi Ragu?

Sobat blogger... pernah ikut seminar SEO Blog, YouTube atau Google AdSense? Atau dalam satu paket di antara semuanya?

Bagaimana pesan dan kesannya, apakah cukup menarik?

Dapat beragam materi, dong?

Atau seminarnya kurang bermutu dan tidak berkualitas sehingga tidak sesuai harapan? Menyesal banget pastinya, buang-buang duit... :) atau... pernah di tolak sebagai anggota seminar lantaran si pemateri tidak suka dengan sobat?

Seminar SEO: Ikut atau Tidak? Tergantung...

Atau gara-gara ilmu sobat lebih jago dibandingkan si pemateri, makanya sobat TIDAK di terima pada seminar yang diselenggarakan tersebut? :)))

Yahhh... apapun dan bagaimana pun kisahnya, setiap orang punya ceritanya masing-masing; termasuk saya pribadi.

Seminar SEO: Ikut atau Tidak? Tergantung...


Tergantung dengan diri sobat pada saat itu. Kalau sobat merasa sudah mampu dan menguasai Blogging, SEO dan Google AdSense, untuk apa ikut seminar?

Cuma butuh sertifikatnya doang? Sama! Hahaha...

Kalau sobat merasa kurang puas dengan ilmu yang telah dipelajari selama ini, nggak masalah juga ikut seminar. Ikut saja, mana tahu ada ilmu yang belum pernah sobat ketahui dan pelajari.

Sebenarnya, seminar itu tersedia dengan beragam pilihan. Ikut seminar tapi dibebankan biaya pendaftaran? Tidak masalah.

Dengan adanya biaya pendaftaran yang dibebankan kepada sobat, setidaknya "biaya" itu akan memotivasi dan "menggerakkan kaki" sobat untuk bisa ikut seminar yang diadakan.

Jika sobat tidak tahu materi seminar tersebut, sobat boleh kok bertanya materi apa yang akan dijelaskan pada saat nanti.

Rugi dan buang-buang waktu kan kalau ikut seminar, tapi ilmu seminar yang diberikan ternyata telah dikuasai?

Seminar SEO: Ajang Pembelajaran Teknik Black Hat SEO


Lihat gambar di bawah ini:

Seminar SEO: Ikut atau Tidak? Tergantung...

Gambar di atas saya temukan di Google. Gambar ini sudah saya potong karena di bagian sisi kanannya ada wajah si pemateri seminar.

Saya nggak niat menjelek-jelekkan pihak tertentu, cuma masalahnya seminar tersebut tidak layak untuk diikuti. Kenapa? Karena ada materi "Auto Post Blog 1x Klik Bisa tinggal Tidur."

Tahukah sobat bahwa "Auto Post Blog" merupakan teknik negatif di dunia Blogging?

Auto Post Blog adalah teknik menyalin (Copy) artikel milik orang lain secara otomatis dengan cara mengandalkan RSS Feed website yang ditargetkan. Pelajari Auto Post Blog disini.

Oh iya, teknik Auto Post Blog ini tergolong sangat mudah, prosesnya membutuhkan waktu 2 menit. Setelah prosesnya selesai, blog sobat akan dipenuhi ratusan artikel dari situs orang lain.

Praktisnya, Auto Post Blog merupakan teknik jahat dan merugikan banyak situs lain. Jika seminar yang diadakan memberikan materi seperti ini, please... jangan di ikuti. Materinya itu merugikan orang lain.

Sebenarnya, seminar itu bagus banget. Masalahnya cuma isi dari materi yang akan disampaikan nanti.

Setelah artikel ini dipublikasikan, saya akan menjelaskan bagaimana tips dan cara memilih seminar SEO Blog yang benar dan tepat. Tunggu saja.
Mobile & User Friendly First: Algoritma MobileGeddon Update 2018

Jika anda tidak menyukai perubahan, maka internet bukan untuk anda. Baru-baru ini, Google melakukan update algoritma Mobile Friendly mereka yaitu MobileGeddon.

Di rilis pertama kali pada pertengahan 2015 lalu, algoritma MobileGeddon berhasil membuat takut para blogger di seluruh dunia.

Mau tidak mau, anda sebagai pemilik situs, harus mengindahkan permintaan Google ini. Situs yang tidak Mobile Friendly dan Responsive akan di depak secara bebas di hasil pencarian penelusuran Google.

Kini, algoritma MobileGeddon tersebut diperbaharui dengan kinerja yang lebih efisien dan efektif dalam melakukan crawling terhadap berbagai web blog, situs dan/atau pun website.

Mobile & User Friendly First: Algoritma MobileGeddon Update 2018

Ada banyak lapisan terbaru yang "membentengi" algoritma MobileGeddon dalam versi terbaru kali ini. Intinya, bukan hanya tentang Responsive (adaptif). Penasaran? Come on!

Mobile & User Friendly First: Algoritma MobileGeddon Update 2018


Google menjelaskan bahwa ada cara terbaru bagaimana Googlebot dalam me-crawling situs anda; tidak seperti biasanya.

1. Mobile First


Mobile First artinya tampilan adaptif yang diutamakan dan/atau didahulukan di hasil penelusuran Google.

Sebagus apapun kualitas artikel dari situs tersebut kalau tampilan situsnya tidak adaptif terhadap berbagai smartphone, maka peringkat situsnya akan diturunkan oleh Google.

Yang lebih parahnya, bisa jadi peringkatnya sangat jauh dari Page One.

Selanjutnya, ada beberapa poin penting yang harus anda ketahui, dan poin-poin tersebut terangkum di bawah ini :)

2. Artikel Singkat, Berkualitas, dan Kecepatan Akses Situs untuk Mobile First


Melalui pembaharuan algoritma MobileGeddon ini; baik artikel singkat, panjang dan/atau detail serta kecepatan loading blog tidak menentukan ranking situs (lagi) seperti biasanya.

Nah, Mobile First ini akan mengutamakan konten yang benar-benar lengkap, meski pun artikelnya singkat.

Yang perlu diketahui adalah bagaimana para pengunjung itu mencari dalam artikel anda.

Posisikan diri anda sebagai para pembaca tersebut, lalu pikirkan bagaimana para pembaca (situasinya adalah anda sendiri) dalam mengetik kata kunci di SERPs sehingga yang muncul di Page One adalah situs/artikel anda.

3. Kata Kunci Panjang masih Diutamakan di Mobile First


Istilah lainnya di kenal dengan sebutan Long Tail Keyword, artinya kata kunci berekor atau kata kunci panjang.

Kata kunci berekor masih menjadi "primadona" dan sering digunakan oleh blogger di seluruh dunia dalam menargetkan kata kunci di dalam artikel.

Kata kunci panjang ini pula yang masih menjadi bagian inti dan faktor utama Google dalam menentukan ranking situs anda di SERP.

Singkatnya, optimalkan sebaik mungkin kata kunci panjang ini di dalam konten anda, -- dan sesuaikan pula dengan apa yang dipikirkan oleh para pembaca (posisikan anda sebagai calon pengunjung dari situs anda sendiri).

4. Artikel Lama akan Diutamakan di Mobile First


Artikel yang dipublikasikan pertama kali (bukan copas/rewrite, -- apapun topiknya) akan diutamakan pada hasil penelusuran oleh Google; dalam kampanye Mobile First yang mereka lakukan.

Singkatnya, sebagus dan sebaik apapun artikel yang anda buat tapi tidak update pada hari itu, artikel copas, ketinggalan update, atau hasil dari rewrite, akan di depak dari SERP.

5. Sinkronisasi: Umur dan Kelayakan Situs Web


Pada pagi hari, situs pertama yang muncul adalah situs A. Namun ketika malam hari, situs pertama yang muncul adalah situs B.

Google melalui Mobile First telah melakukan perubahan algoritma ini secara sistematis dan fleksibel dalam memahami siapa yang sedang mencari artikel tersebut; dan artikel tersebut harus relevan dengan orang tersebut.

Contohnya seperti mencari artikel dengan kueri, "cara membuat kue" pada pagi hari.

Situs-situs terbaik yang dulunya dominan dikunjungi oleh ibu-ibu akan ditetapkan dan dinomorsatukan oleh Google untuk menempati halaman pertama Google.

Namun, ketika malam hari, peringkat tersebut berubah. Mengapa? Karena ketika malam hari, yang paling sering mencari artikel tersebut adalah gadis-gadis atau wanita yang belum menikah.

Itulah bagaimana cara Mobile First bekerja.

Pada faktanya, inilah kasus pertama mengapa trafik situs anda anjlok, berkurang atau jatuh dalam beberapa hari ini, -- dimulai bulan Maret 2018 dan seterusnya.

6. Google Memahami Konten Anda


Kini Google sudah paham dalam menilai konten anda; apakah bisa dipahami oleh para pembaca atau tidak.

Jika situs anda terlalu banyak kata kunci yang berulang-ulang, yang biasanya sering muncul di halaman pertama Google, -- akan di depak dari halaman pertama Google.

User Experience atau Pengalaman Pengguna (UX) akan diutamakan oleh Google.

Pada algoritma Mobile First ini pula, akan ditanamkan lapisan terbaru mereka yang bekerja dengan cara mempelajari, mengumpulkan dan mengeksekusi berbagai pola, hubungan dan data secara otomatis.

7. Perangkat yang Berbeda, Berbeda pula Hasilnya


Jika situs anda dikunjungi melalui Desktop, Notebook, Netbook, komputer (PC), laptop, tab, Android dan iPhone; akan menampilkan peringkat situs atau artikel yang berbeda pada halaman SERP.

Secara Garis Besar...

Apabila di telaah lebih dalam, sebenarnya fungsi/tugas utama dari algoritma MobileGeddon ini masih mengutamakan situs yang masih adaptif (Mobile/Responsive) pada laman SERP.

Yang membedakannya hanyalah usia pengguna, apa yang mereka inginkan, kapan mereka menginginkannya, dan perangkat apa yang mereka gunakan saat itu.

Singkatnya, algoritma ini hanya merespon bagaimana para pengguna (pencari artikel) tersebut dalam menemukan artikel yang paling cocok buat mereka.

Mengapa Google Melakukan Update Algoritma MobileGeddon?


Update ini dikenal dengan istilah Mobile First, hanya berdampak pada situs atau artikel yang ditemukan di SERP apabila yang mencarinya adalah orang yang menggunakan ponsel (smartphone).

Alasan Google simple, sederhana banget.

Pada jam 8 pagi, orang-orang mungkin akan beraktifitas dalam menggunakan desktop (komputer/laptop) dan mungkin melakukan Googling.

Akan tetapi, ketika sore hari, para pengguna perangkat teknologi ini akan beralih ke smartphone. Begitu di malam hari, penggunanya semakin meningkat tajam.

Maka dari itu, MobileGeddon di update dengan versi "Mobile First".

"Kami bisa saja tidak menampilkan konten yang tidak ramah seluler (situs yang tidak Mobile Friendly) atau akses situsnya yang lambat, karena yang kami utamakan saat ini adalah konten yang paling relevan untuk ditampilkan." -- Google.

So, pikirkan kembali tentang kualitas situs anda dimulai saat ini juga.

Pikirkan dan kembangkan bagaimana cara situs anda cocok dan layak untuk Desktop, komputer, smartphone dan berbagai perangkat teknologi lainnya.

Selain itu, kembangkan artikel anda sehingga cocok dan layak untuk dibaca oleh siapa saja tanpa mengenal batasan umur. Good luck!
Perubahan Algoritma SEO Google 2011-2018 Dari Masa ke Masa

Google, -- mesin pencari terbaik, terkemuka dan paling banyak digunakan sampai saat ini dikenal rajin dalam melakukan update algoritma SEO untuk web blog, situs dan/atau website.

Mungkin anda tidak sadar, tapi hampir setiap hari Google terus menerus memperbarui algoritma SEO yang dikelolanya sehingga mampu menentukan mana blog yang memiliki kualitas terbaik dan tidak; untuk ditampilkan pada Search Engine Result Page (SERP) di posisi yang selayaknkya.

Singkatnya, kuantitas dan kualitas sebuah website merupakan acuan utama tinggi dan rendahnya ranking situs pada laman SERPs. Semakin bagus, semakin tinggi pula posisinya di SERPs.

11 Algoritma SEO Google 2011-2018 Dari Masa ke Masa

11 Algoritma SEO Google 2011-2018 Dari Masa ke Masa


SEO Killer Tips berhasil merangkum berbagai algoritma SEO Google versi lama dan versi terbaru; dari masa ke masa; dari algoritma versi pertama hingga versi terakhir.

1. Google Panda (2011)


Algoritma Google Panda diluncurkan pada tahun 2011 guna mengatasi dan menghadapi Duplicate Content, web spam atau keyword yang digunakan berungkali pada isi artikel.

Situs yang terdeteksi dan ketahuan melakukan kegiatan diatas akan ditandai dan dihukum, efeknya berimbas ke jatuhnya ranking website tersebut.

Sampai kini (2018), Google Panda masih menjadi bagian inti dari algoritma Google.

Matt Cutts, - Kepala Tim Webmaster Google mengatakan, "Duplicate Content bukan masalah." Namun, tidak ada kata maaf bagi website yang terdeteksi Spam atau Keyword Spamming.

Artikelnya disini, "Duplikat Konten bukan Masalah," kata paman Matt Cutts.

Google Panda mengalami pengembangan atau update versi terbarunya yang dinamakan 24th Panda Refresh (22 Januari 2013) dan 25th Panda Refresh (14 Maret 2013).

2. Google Penguin (2012)


Dibuat dan diluncurkan pada tahun 2012, algoritma Google Penguin memberikan efek jera yang amat menyakitkan karena sasarannya adalah situs yang memiliki Backlink tidak relevan sehingga terkesan Spam.

Sampai saat ini, Google Penguin masih menjadi bagian inti dari algoritma Google secara keseluruhan seperti halnya Google Panda.

Perbedaannya, algoritma Google Penguin bekerja secara Real-Time; sedangkan Google Panda tidak demikian.

Oh iya, Google Penguin juga mengalami update besar-besaran pada tahun 2013 atau satu tahun pertamanya setelah diluncurkan. Tepatnya pada tanggal 4 Oktober 2013.

3. Google Hummingbird (2013)


Salah satu faktor tinggi dan rendahnya ranking suatu artikel atau situs pada Search Engine Result Page (SERPs), didasari pergerakan algoritma Google Hummingbird.

Algoritma ini bertugas mencari artikel berkualitas dan bernilai tinggi.

Jika yang ditemukannya adalah konten berkualitas rendah, ranking artikel tersebut akan jatuh pada halaman SERPs.

Namun, berbeda halnya apabila yang ditemukannya adalah artikel berkualitas, tentu ditempatkan pada halaman Page One atau halaman pertama Google.

Pada faktanya, meski diluncurkan pada tahun 2013 lalu, Google Hummingbird masih dijadikan atau bagian inti dari algoritma Google, yang bertugas sebagai acuan utama Google dalam penempatan ranking suatu artikel atau website secara benar, akurat dan tepat.

Selain itu, cara kerja Hummingbird adalah menemukan dan menampilkan suatu artikel di SERPs berdasarkan kueri (keyword) apa yang diketik oleh calon pembaca, istilah, sinonim, indeks dan kata-kata pengertian.

4. Google Pigeon (2014)


Dipublikasikan pada tahun 2014, algoritma Google Pigeon memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap artikel pada hasil penelusuran Google.

Selain itu, algoritma Pigeon juga menghubungkan antara algoritma lokal dan algoritma inti milik Google.

Satu-satunya cara yang bisa anda lakukan untuk menghadapi dan mengatasi algoritma Google Pigeon adalah dengan menerapkan teknik SEO On Page dan Off Page secara benar, akurat, efektif dan tepat.

Anda harus menjaring banyak pembaca dari Organic Traffic dan Social Media. Semuanya harus terlihat natural atau alami, tidak boleh menggunakan teknik negatif atau yang lebih dikenal dengan istilah Black Hat SEO.

5. Google Pirate (2014)


Google Pirate sebenarnya memiliki 2 versi, tahun 2012 dan tahun 2014. Nyatanya, perbedaan diantara kedua versi algoritma ini sangat signifikan.

Google Pirate bertugas mencari dan menemukan konten-konten yang bersifat melanggar Hak Cipta milik orang, baik pribadi maupun kelompok.

Nyatanya? Google Pirate ada kaitan erat dengan Google DMCA.

Ketika suatu artikel atau situs dilaporkan pada Google DMCA, maka sistem algoritma Google Pirate yang akan bergerak untuk menentukan bagaimana efeknya, resikonya atau kerugian yang akan diberikan pada konten yang melanggar Copyright tersebut.

Ada banyak kemungkinan yang diberikan oleh Google Pirate; ranking artikel atau blog akan jatuh di SERPs, atau salah satu diantaranya akan dihapus oleh Google secara otomatis.

Sampai saat ini, Google Pirate masih aktif dan salah satu algoritma (bagian) inti dari Google.

6. MobileGeddon (2015)


Satu-satunya algoritma Google yang paling berbahaya, diakui dan ditakuti oleh blogger mana pun; Mobile Friendly & Responsive.

Situs mana pun yang tidak menerapkan atau memasang fitur Mobile pada Theme yang mereka gunakan, akan di depak dari SERPs dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Awal mula dan sejarah lahirnya algoritma MobileGeddon ini berdasarkan banyaknya pengunjung yang mengakses Google menggunakan Smartphone (Telepon Pintar) dengan nilai persentase mencapai 70% secara keseluruhan; 30% pengunjung lainnya berasal dari Desktop (Komputer/Laptop).

Seperti yang anda tahu, Google adalah mesin pencari terbaik, termuka, dan Search Engine yang paling banyak digunakan sampai saat ini. Mau tidak mau, anda harus menuruti permintaannya.

7. Google Rankbrain


Algoritma Google Rankbrain adalah salah satu bagian inti dari algoritma Hummingbird.

Kurangnya kueri spesifik atau relevan yang ada di dalam artikel, membuat konten tersebut terdepak secara bebas pada laman SERPs.

Singkatnya, algoritma Rankbrain memaksa anda untuk membuat konten yang benar-benar berkualitas, relevan dan detail.

Faktanya, Rankbrain merupakan salah satu faktor tinggi dan rendahnya ranking suatu konten pada hasil pencarian penelusuran Google atau SERPs.

8. Google Possum (2016)


Google Possum, salah satu algoritma yang membuat pebisnis Online menjadi stress. Dilahirkan pada tahun 2016 guna meningkatkan daya saing di bidang Bisnis Online.

Algoritma ini bekerja dengan cara menampilkan bisnis Online anda pada halaman utama mereka, -- berdasarkan kueri yang diketik oleh calon pengunjung.

Contohnya, saya bertempat tinggal di Medan atau Bandung.

Saya mengetik kata kunci "Rumah Sakit" pada halaman Google, maka yang muncul adalah alamat RS yang berdekatan dengan lokasi saya saat itu.

Singkatnya, semakin dekat bisnis yang anda daftarkan pada My Google Bussiness dengan lokasi calon pengunjung, semakin berkemungkinan besar halaman bisnis Online anda muncul pada halaman utama Google.

Nah, kalau misalkan bisnis Online berada di dalam satu gedung, -- yang notabene gedung tersebut juga pernah didaftarkan My Google Bussiness, maka halaman bisnis Online anda akan tersingkirkan.

Sebenarnya, masalah ini relatif.

Kalau misalkan bisnis Online anda sudah sangat besar, tentu mudah mengalahkan pesaing lainnya yang pernah didaftarkan pada My Google Bussiness atau produk Google lainnya.

9. Google Owl (2017)


Salah satu algoritma SEO Google yang jarang diketahui oleh blogger Indonesia. Mengapa? Karena Google kurang fokus memberitakan algoritma ini.

Nyatanya, Google Owl sangat mengerikan karena dikerjakan langsung oleh manusia; tidak mengandalkan Robot, Crawl dan/atau pun Googlebot.

Google Owl algoritma Google bertugas dan berfungsi menangani, menandai, dan menghapus situs atau website yang diketahui melakukan Content Spamming.

Content Spam yang dimaksud adalah artikel yang mengandung SARA, penghinaan, pembohongan publik, konten yang terkesan hate speech, dan artikel-artikel negatif lainnya.

Juga, situs yang menggunakan teknik AutoBlog juga tidak luput dari Google Owl.

Sebenarnya, Google Owl masih dalam proyek pengembangan yang sedang dilakukan oleh Google.

Cara kerjanya sangat simple. Anda mencari artikel, lalu membuka artikel yang ingin dibaca, ternyata setelah anda baca terdapat unsur Hoax atau SARA, anda bisa melaporkannya langsung ke pihak Google.

Cara melaporkan artikel tersebut pun sangat gampang. Nantinya, anda akan diperlihatkan kotak formulir berukuran kecil tepat dibagian bawah pada URL dari artikel tersebut (pada halaman SERPs), yang perlu anda lakukan saat itu adalah melaporkannya.

Yang parahnya, proyek ini mengharuskan Google untuk mempekerjakan manusia untuk membantu analisa Spam Content. Anda harus berhati-hati.

10. Google Fred (2017)


Diluncurkan pada tanggal 8 Maret 2017 lalu, algoritma Google Fred cukup menggetarkan jiwa blogger di seluruh dunia.

Sasaran atau target situs Google Fred adalah situs atau website yang hanya menyediakan konten-konten singkat, padat, dan jelas; dalam artian konten berkualitas rendah, tidak mendalam, tidak relevan dan/atau tidak detail dalam penulisannya.

Umumnya, konten-konten singkat ini melanggar pedoman atau komunitas Google seperti yang diberlakukan jauh-jauh hari.

Dikatakan melanggar karena pada situs tersebut adanya unit iklan Google AdSense atau iklan lainnya.

Jadi, selama artikel yang anda buat memang benar-benar singkat tapi tidak memunculkan iklan Google AdSense atau program periklanan lainnya, selama itu pula situs anda baik-baik saja.

Kalau anda ingin aman, usahakan jangan pernah memasang iklan dalam bentuk apapun selama konten yang dimaksud memang benar-benar singkat, padat dan jelas.

Contohnya? Seperti blog atau situs yang menggunakan topik definisi, pengertian, kamus slang, dan sebagainya.

Namun, satu hal yang pasti, konten anda akan sangat sulit bersaing di SERPs terkecuali anda konsisten dalam menerbitkan artikel.

Google Fred juga akan memantau lalu lintas Inbound Link dan Outbound Link; serta Internal Link dan Eksternal Link.

Pastikan semua hal-hal yang berkaitan dunia tautan Link harus benar-benar relevan, saling menyesuaikan antara satu dengan lainnya; dan hindari teknik-teknik yang berbau Spam.

Google Fred sangat berbahaya, sebagaimana menakutkannya algoritma MobileGeddon dulu.

Hampir semua website terkena imbasnya; dan alhamdulillahnya, blog saya ini mendapatkan peningkatan trafik yang sangat memuaskan.

11. Google Hawk


Masih di tahun yang sama, Google lagi-lagi meluncurkan algoritma Google terbaru mereka yang diberi nama Google Hawk.

Google Hawk adalah algoritma campuran dari Pigeon dan Possum. Hawk adalah algoritma inti Google.

Secara kasat mata, Hawk memang tidak berdampak pada situs atau website yang menggunakan topik biasa-biasa saja.

Namun, algoritma Google Hawk harus diwaspadai bagi pebisnis Online, -- dimana bisnis yang mereka miliki sudah terdaftar pada produk-produk Google seperti My Google Bussiness atau lainnya.

Cara mengantisipasi Google Hawk tentunya sangat mudah. Anda hanya perlu membaca penjelasan Pigeon dan Possum diatas dan menggabungkannya menjadi satu, silakan anda arti dan maknakan sendiri.

Kesimpulan


Google memang dikenal sebagai Search Engine yang paling sering memperbarui dan menambahkan algoritma terbaru guna meningkatkan efisiensi SEO alami dan natural.

Berawal dari lahirnya algoritma, lahirlah metode SEO (Search Engine Optimization).

SEO adalah perpaduan teknik, taktik dan strategi SEO ON Page dan OFF Page tanpa batas dengan mengandalkan nalar, wawasan dan pengetahuan yang luas terkait SEO, imajinasi yang tiada batas serta taktik dan strategi SEO yang terorganisir dengan sangat baik, -- SEO Killer Tips.

SEO bukan ilmu pasti karena Google terus memperbaharui algoritma yang mereka miliki.

Hari ini, situs anda pada posisi (Ranking) yang sangat memuaskan, namun esok harinya bisa terdepak ke halaman kedua, ketiga, dan seterusnya.

Algoritma-algoritma ini pada dasarnya memberikan, membuat atau menentukan peringkat (Ranking) suatu artikel atau website berdasarkan penilaian yang didapatkan oleh berbagai tipe algoritma tersebut.

Anda sebagai penulis online (Blogger), harus terus mengawasi dan mengikuti perkembangan serta mengikuti arahan algoritma Google sebagaimana fungsi dan kegunaannya.
Apa itu Google Hawk? Bagaimana pengaruh, dampak atau efek Google Hawk bagi Blogspot?

Setelah Google melakukan update algoritma SEO Blogspot.Com ke Blogspot.Co.ID, MobileGeddon, Backlink sudah Mati, dll... Kini hadir, algoritma SEO Google terbaru yang dinamakan Google Hawk.

Google Hawk adalah salah satu algoritma SEO Google terbaru yang dibuat dan diberlakukan pada akhir tahun 2017, tepatnya tanggal 22 Agustus 2017.

Google mengambil kata "Hawk" yang berarti menukik dan menangkap sesuatu yang terlihat lengah. Btw... Google Hawk adalah gabungan dari algoritma Pigeon dan Possum.

Anda pernah menonton National Geographic, bro?

Hawk itu adalah elang, melayang diatas, menentukan target, lalu menukik tajam secara diam-diam tanpa kepakan sayap, dan jegerrr... menerkam buruan yang sudah di target tadi :)

Pengaruh Google Hawk bagi SEO Toko Online


Pada dasarnya, Google Hawk adalah algoritma terbaru yang bertugas atau berfungsi melakukan penyaringan terhadap konten yang dicari pada wilayah lokal.

Tujuannya, Google tidak ingin bisnis yang sama berada di wilayah yang sama, karena takutnya malah diartikan oleh algoritma lain sebagai Duplicate Content, artikel Copas atau Rewrite.

Google juga tidak ingin suatu website mendominasi wilayah tersebut sehingga pesaing lainnya kalah.

Pengertian Google Hawk dan Efeknya bagi Blog

Selain itu, jika anda sedang menjalankan Bisnis Online, anda harus menargetkan siapa dan dimana orang yang ditarget. Jika targetnya adalah orang Indonesia, maka pasang judul yang mengartikan bahwa pembelinya adalah orang Indonesia.

Intinya, target pembeli anda harus spesifik, dimulai dari siapa dan dimana; dan berapa umurnya. Contoh:

"Jual Sepeda Murah untuk Anak-Anak Wilayah Jabodetabek, COD dan Terpercaya."

Keterangan: Anda menjual sepeda murah, targetnya adalah anak-anak, dan wilayah lokal yang ditarget seputar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Denpasar, Tangerang dan Bekasi).

Stacy Willis, situs terkemuka yang membahas SEO, -  mengatakan:

"Prior to it, businesses that were close together geographically and within the same industry would end up being filtered out of local results -- most likely because Google thought they might be duplicates. This issue most commonly affected businesses offering similar services in a given area n like hotels or restaurants."

Maka dari itu, anda harus spesifik dan bijak dalam menentukan dan menggunakan judul artikel.

Apabila anda tidak "mengindahkan" algoritma Google Hawk sebagaimana mestinya, blog anda akan dikesampingkan; tanpa pengecualian sedikit pun.

Secara garis besar, Google Hawk sangat sensitif terhadap Toko Bisnis Online, -- tidak berlaku untuk blog biasa, seperti blog ini misalnya.

Cara Menghadapi Algoritma Google Hawk


Yang perlu anda lakukan pertama kali adalah diagnosis terhadap Bisnis Online anda; tentang siapa targetnya, berapa umur targetnya, dan apakah sudah spesifik atau belum.

Jika targetnya adalah Indonesia (tetap dianggap lokal, - Internasional), -- maka SEO yang harus anda terapkan harus benar-benar kuat.

Mengapa? Karena anda akan bersaing dengan situs terbaik lainnya, -- yang sama-sama menargetkan pembeli untuk semua orang di Indonesia.

Pengertian Google Hawk dan Efeknya bagi Blog

Namun, kalau targetnya adalah orang-orang lokal di tiap-tiap provinsi, itu akan jauh lebik dan lebih spesifik, sesuai dengan algoritma Google Hawk.

Apalagi jika pengunjung dalam keadaan Login, menggunakan akun Google+, mengaktifkan Google Maps yang menandakan dimana ia berada, dan apabila Toko Online anda sesuai dengan Google Maps si pengunjung, itu adalah nilai plus buat Toko Online anda (Rahasia SEO).

Oh iya, faktor-faktor ranking SEO lainnya juga dianggap disini. Trafik akan dihitung, pageviews pun akan dihitung.

Trafik dihitung berdasarkan minat para pembeli, mereka berbondong-bondong ke situs anda, atau hanya sekedar tertarik alias Cuci Mata -- semakin tinggi trafik lokal yang ditarget, semakin bagus pula ranking situs yang akan diberikan.

Begitu juga dengan Pageviews. Pageviews mengartikan bahwa pembeli bingung, antara memilih ini atau itu, memilah-milah artikel, pageviews pun meningkat, maka Toko Online anda pun akan semakin bagus "dimata" Google.

Anda juga tidak boleh mengabaikan dasar-dasar SEO seperti deskripsi artikel, Title Tag, dan judul artikel SEO. Google akan menjadikan dasar-dasar SEO ini sebagai faktor ranking dari artikel dan situs anda.

Mengatasi Google Hawk: Tips Tambahan


Jika situs anda berupa Toko Online yang menjual jasa, makanan atau minuman seperti Coffee Shop, Hotel, Condominium, dll... anda harus mendaftarkan situs web anda di produk Google.

Pengertian Google Hawk dan Efeknya bagi Blog

Anda bisa memanfaatkan laman ini: Pedoman Menampilkan Bisnis di Google. Beberapa situs referensi yang perlu anda simak lainnya ialah dibawah ini:

  1. https://www.google.com/business/
  2. https://developers.google.com/maps/documentation/javascript/places-autocomplete
  3. https://developers.google.com/maps/documentation/javascript/examples/places-autocomplete-addressform
  4. https://developers.google.com/maps/documentation/geocoding/intro

Anda juga harus berhati-hati dalam menghadapi Google Hawk. Semisal, bisnis anda berada di gedung yang sama, maka Bisnis Online anda akan dieliminasi dengan kemungkinan 50% banding 50%.

Secara garis besar, Google ingin membantu Toko Online yang anda miliki dengan cara seperti diatas, -- menghapus nilai-nilai dominasi suatu Bisnis pada wilayah tersebut, sehingga setiap pebisnis online lainnya mendapatkan keuntungan secara merata.

Google hanya ingin para penggunanya memahami dan menyesuaikan algoritma Google Hawk ini dengan blog atau situs web yang mereka miliki.
Cara Memperbaiki & Mengatasi Error Cakupan Indeks Google Webmaster Tools, Index Coverage Status Report

Lagi blogwalking ke forum IAPD, ketemu thread yang dibikin oleh om Nino Artikel.

Sampean mempertanyakan masalah tentang error di New Search Console: New Search Console Beta Experience terkait masalah Cakupan Indeks.

Sampen mengaku mendapatkan email dari Google Search Console, dengan bunyi kurang lebih seperti ini:

Yth. pemilik https:/domain.blogspot.com/,

Search Console telah mengidentifikasi bahwa situs Anda terpengaruh oleh 1 masalah baru terkait Cakupan indeks. Artinya, Cakupan indeks dapat terkena dampak negatif di hasil Google Penelusuran. Sebaiknya Anda meninjau dan mempertimbangkan untuk memperbaiki masalah ini.

Masalah baru ditemukan:
Diindeks, meski diblokir oleh robots.txt

Bagaimana dengan saya? Wah, parah ternyata. 18 valid diperingatkan, 24 valid dan 288 dikecualikan.

Error Index Coverage Status Report: Cakupan Indeks

Terus, apakah saya panik? Tidak, dong. Mengapa? Sebab boleh diabaikan karena "Diindeks, meski diblokir oleh robots.txt", apalagi New Search Console ini masih dalam Beta.

Jadi, karena Search Console versi terbaru ini masih Beta, masih agak-agak gimana gitu.

Cara Mengatasi Error Index Coverage Status Report: Cakupan Indeks


Cukup dengan menghilangkan kata "Search" dibagian pengaturan robot.txt (baik di edit atau ditambahkan).

Awalnya seperti ini Disallow: /search, lalu kita ganti dengan Disallow: /.

Pada hakikatnya, masalah di atas tidak mempengaruhi apapun termasuk ranking blog kita. Saya sudah blogwalking, sudah ketemu jawabannya.

Hanya saja, masalah itu tergolong baru dan itu membuat kita panik sendiri. Awalnya juga saya panik kok.

Nazrina, salah satu anggota terbaik di Forum Google Produk mengatakan:

Robots.txt situsmu tidak ada masalah. Itu adalah robots.txt default dari Blogger.


Yang diblokir dari perayapan adalah halaman hasil pencarian (/search) di situsmu, yang mana itu memang sebaiknya tidak perlu dirayapi.


Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Data di Search Console di atas sifatnya hanya laporan saja.


Dan meski diblokir dari perayapan, URL-URL tersebut memang bisa saja diindeks. Tapi tetap saja, itu bukan masalah.


Peringatan itu berkaitan dengan halaman /search diblokir oleh file robots.txt, yaitu pada kalimat:



Disallow: /search

Dan begitu diblokir dari perayapan, googlebot tidak akan bisa melihat tag meta "index"-nya. Tapi memang meski diblokir di robots.txt, URL tersebut bisa saja diindeks. Tapi tetap saja, hal ini bukan masalah yang perlu diperbaiki.


Yang penting adalah, abaikan saja.


Laporan di Search Console tersebut di atas hanya memberitahu URL-URL mana yang diblokir dari perayapan supaya pemilik situs bisa mengecek bahwa yang diblokir itu apa memang sengaja diblokir atau tidak.


Kalau ingin tahu perihal ini lebih lanjut, Anda bisa masuk ke laman ini: Index Coverage status Report.
Perbedaan Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render di Google Webmaster.

Memahami arti dan maksud dari Fetch as GoogleBot (Ambil); dan Fetch and Render (Ambil dan Render) atau Render Laman.

Melalui situs resmi Google Webmaster Tools atau Google Search Console di bagian Fetch as Google, kita akan menemukan 2 pilihan yakni Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render.

Sebenarnya, apa itu Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render?

Apa fungsi, tujuan dan manfaat yang sebenarnya dari Fetch as Google ini?

Perbedaan Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render di Google Webmaster

Pengertian Fetch as Google secara Umum


Secara umum, definisi dari Fetch as Google ialah menguji Googlebot dalam merayapi, meng-Crawl atau merender URL dari suatu laman.

Fungsi, manfaat atau tujuan dari Fetch as Google adalah untuk melihat apakah Googlebot dapat melihat dan mengenali Resource dari halaman (Gambar atau Script) atau tidak sama sekali.

Selain itu, fungsi dari Fetch as Googlebot lainnya adalah melakukan simulasi eksekusi Crawling dan perenderan secara normal oleh Google, dan juga berguna untuk melakukan, memindai dan menemukan debug masalah Crawling pada web blog, situs atau website kita.

Di bagian Fetch as Google, kita akan melihat 2 pilihan utama ialah Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render.

#1. Arti dan Maksud dari Fetch (Ambil) atau Fetch as GoogleBot


Mengambil URL yang ditentukan di situs Anda dan menampilkan respons HTTP. Tidak meminta atau menjalankan resource apa pun yang dikaitkan (misalnya gambar atau skrip) di halaman. Ini merupakan operasi yang relatif cepat yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan atau debug konektivitas jaringan yang dicurigai atau masalah keamanan dengan situs Anda, serta melihat apakah permintaan berhasil atau gagal.

Singkatnya, Fetch menyuruh Googlebot untuk merayapi suatu laman tanpa perlu merayapi file-file seperti gambar, foto, video atau pun kode (Script).

Proses Fetch hanya memakan waktu 4 jam setelah artikel, konten atau posting blog didaftarkan di Fetch as Google di bagian Fetch atau "Ambil" saja.

#2. Arti dan Maksud dari Fetch and Render (Ambil dan Render)


Mengambil URL yang ditentukan di situs Anda, menampilkan respons HTTP, serta merender halaman sesuai dengan platform yang ditentukan (desktop atau ponsel cerdas). Operasi ini meminta dan menjalankan semua resource di halaman (misalnya gambar atau skrip). Gunakan operasi ini untuk mendeteksi perbandingan visual antara cara Googlebot melihat halaman Anda dan cara pengguna melihat halaman Anda.

Singkatnya, Fetch as Google menginstruksi GoogleBot untuk merayapi semua halaman seperti isi artikel, gambar, foto, video dan script-script yang ada di dalam artikel tersebut.

Lama proses Rendering ini sama saja seperti Fetch di atas (No. 1 ) yakni 4 jam.

Note: Selalu ingat, ketika pengalihan (Redirect) artikel dilakukan, pastikan melakukan "Fetch as Google" untuk kedua kalinya pada URL tersebut (akan dijelaskan dibagian bawah).

Lalu, Apa dan Bagaimana Kesimpulannya?


Baik itu Ambil atau pun Ambil dan Render, sama penting bagi sebuah situs. Selain menginstruksi GoogleBot merayapi sebuah artikel, tentu semakin cepat Indexing artikel tersebut dilakukan.

Lagi pula, dengan menginstruksi GoogleBot dalam merayapi sebuah konten, kita juga akan melihat bagaimana GoogleBot mengenali (merayapi) halaman situs web kita.

GoogleBot akan menampilkan 2 buah tampilan yang berbeda; satu halaman sesuai dengan tampilan blog, satunya lagi tampilan yang dihasilkan dari bagaimana GoogleBot mengenali halaman artikel kita.

Perbedaan Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render di Google Webmaster

Apabila tidak ada kerusakan atau perbedaan di antara kedua tampilan tersebut, artinya GoogleBot berhasil mengidentifikasi laman artikel tersebut; dan tentu saja, blog kita berada di dalam posisi yang aman.

Perbedaan Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render di Google Webmaster


Fetch as GoogleBot artinya melakukan perayapan oleh GoogleBot hanya dengan URL artikel tanpa perlu merayapi foto, gambar, video atau pun script-script di dalam artikel blog.

GoogleBot atau Ambil ini hanya merayapi URL yang diarahkan saja.

Nah! sedangkan Fetch and Render; atau Ambil dan Render menginstruksikan bahwa GoogleBot harus merayapi semua bagian dan sisi dari halaman tersebut seperti isi artikel, foto, gambar, video dan script-script lainnya.

Perayapan dimulai dari URL artikel, foto, gambar, video, dan kode-kode atau script yang ada di halaman tersebut.

Bagus Mana, "Ambil" atau "Ambil dan Render"?


Secara pribadi, bagi saya yang terbaik ialah Ambil dan Render. Mengapa? Sebab, Ambil dan Render menyuruh GoogleBot untuk merayapi semua bagian dari halaman blog tersebut.

Ketika semua halaman blog berhasil dirayapi tanpa adanya kesalahan, maka itu bagus buat SEO.

Perbedaan Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render di Google Webmaster

Dampak, efek atau pengaruh SEO dari "Ambil dan Render", bahkan jauh lebih bagus kalau dibandingkan dengan fitur "Ambil" saja.

Nagmani Solanki, praktisi SEO untuk Health Genie, mengatakan bahwa, "When you use this option, googlebot will also crawl CSS, Java script. It will crawl each & everything from coding part to content."

Itulah alasan kenapa Ambil dan Render hanya dibatasi per bulannya, yakni 10 kali Fetch and Render dalam satu bulan.

Berbeda dengan "Ambil" yang diberi keleluasaan 500 kali daftar dalam satu bulan.

Yang sangat disayangkan dari fitur "Ambil dan Render" adalah ketersediaannya yang hanya 10 kali pendaftaran dari sisi pengalihan atau redirect URL lama ke artikel terbaru.

Kelebihan atau Kelebihan Ambil dan Render


Dibandingkan dengan Ambil, Ambil dan Render punya kelebihan dari berbagai lini atau sisi; salah satunya redirect URL ulang.

Apabila sebuah artikel lama (A) dialihkan ke artikel terbaru (B), maka artikel lama dan terbaru tersebut harus didaftarkan ke Ambil dan Render.

Note: artikel lama (A) harus didaftarkan ulang untuk kedua kalinya di bagian Rendering laman

Status Pengambilan Permintaan


Disetiap keberhasilan atas eksekusi GoogleBot yang kita perintahkan, ada beberapa hasil yang ditampilkan oleh Google Search Console di bagian Fetch as Google:

#1. Selesai (Completed)

Google berhasil menghubungi situs dan meng-crawl halaman Anda, serta dapat memperoleh semua resource yang dirujuk oleh halaman. Klik baris pada tabel untuk melihat detail selengkapnya tentang hasil pengambilan.

#2. Sebagian (Parsial)

Google mendapat respons dari situs Anda dan mengambil URL-nya, namun tidak dapat memperoleh semua resource yang dirujuk oleh halaman karena diblokir oleh file robots.txt.

Jika ini hanya pengambilan, lakukan pengambilan dan perenderan. Periksa halaman yang dirender untuk melihat apakah ada resource signifikan yang diblokir yang dapat mencegah Google menganalisis arti halaman dengan semestinya.

Jika resource yang signifikan diblokir, bebaskan resource di file robots.txt yang Anda miliki.

Untuk resource yang diblokir oleh file robots.txt yang bukan milik Anda, hubungi pemilik situs resource dan minta mereka untuk membebaskan resource tersebut bagi Googlebot.

Perbedaan Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render di Google Webmaster

#3. Dialihkan (Redirected)

Server merespons dengan pengalihan. Alat Fetch as Google tidak mengikuti pengalihan. Meskipun crawler Google aktual mengikuti pengalihan, alat Fetch as Google tidak akan mengikutinya. Anda harus mengikuti pengalihan secara manual:

Jika pengalihan menuju ke properti yang sama, alat akan menampilkan tombol yang memungkinkan untuk mengikuti pengalihan secara cepat dengan mengisi kotak pengambilan dengan URL pengalihan.

Jika URL dialihkan ke properti lain yang merupakan milik Anda, klik "Ikuti" untuk otomatis mengisi kotak URL, lalu salin URL tersebut, alihkan tampilan ke situs baru, kemudian tempelkan URL ke kotak pengambilan.

Anda dapat menyelidiki respons HTTP di halaman detail pengambilan untuk melihat detail pengalihan. Pengalihan dapat dipicu oleh server atau oleh tag meta atau JavaScript di halaman itu sendiri.

Error dalam Pengambilan Resource


Bisa jadi, dalam beberapa kali melakukan pendaftaran URL artikel di Fetch as Google, kita bermasalah dengan error-error yang ditampilkan.

Error yang ditampilkan sebenarnya agak rumit untuk dipahami karena berkaitan dengan resource yang diblokir pada halaman.

Perbedaan Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render di Google Webmaster

Untuk mengatasi dan mengakali kebingungan tersebut, saya tuliskan saja deh penjelasan-penjelasan error di Fetch as Google di Google Webmaster Tools:

StatusPenjelasanCatatan dan Langkah Selanjutnya
Tidak DitemukanResource tidak dapat ditemukan (kode respons HTTP 404 atau 410).Error ini menunjukkan bahwa Anda mungkin melihat kode error HTTP 404 saat mengakses halaman menggunakan browser web.
Tidak diberi otorisasiGooglebot tidak diberi otorisasi untuk mengakses halaman (misalnya, jika halaman memerlukan sandi).Error ini menunjukkan bahwa Anda mungkin melihat kode error HTTP 403 saat mengakses halaman menggunakan browser web.
DNS tidak ditemukanHost resource memblokir akses untuk Googlebot dengan menggunakan file robots.txt.Resource yang diblokir dapat memengaruhi pemahaman Google tentang halaman, dan peringkat halaman untuk kueri tertentu. Resource yang diblokir memiliki nilai Keparahan yang memperkirakan pentingnya resource dalam pemahaman Google tentang halaman: Rendah Resource yang tidak ada hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap perenderan halaman. Sedang Resource yang tidak ada memiliki beberapa pengaruh terhadap perenderan halaman; periksa halaman yang diambil untuk melihat apakah ketiadaan atau perbedaan dengan halaman aktual cukup signifikan dalam memengaruhi pemahaman Google terkait halaman. Tinggi Resource yang tidak ada sangat memengaruhi halaman yang dirender dan mungkin akan mengubah cara Google mengindeks halaman Anda. -- (Tanda setrip ganda) Error bukan resource yang diblokir. Anda dapat menyelesaikan error ini dengan memperbarui file robots.txt. Jika alamat properti Anda berada di tingkat domain root (misalnya, www.example.com, bukan www.example.com/my_site/), Anda dapat menggunakan fitur Penguji robots.txt untuk mendiagnosis penyebab URL diblokir dari Google.
Robots.txt tidak terjangkauGooglebot tidak dapat menjangkau file robots.txt host resource. Jika hal itu terjadi, Google akan menghindari pemuatan resource apa pun dari host tersebut.Untuk menyelesaikan masalah ini, baca artikel Pusat Bantuan kami tentang cara membuat dan menguji file robots.txt.
Tidak terjangkau1) Fetch as Google saat ini tidak dapat mengambil URL Anda karena server membutuhkan waktu terlalu lama untuk membalas. Atau: 2) Fetch as Google membatalkan pengambilan Anda karena terlalu banyak permintaan beruntun yang dilakukan ke server untuk URL yang berbeda.Perhatikan bahwa URL bukannya tidak dapat dijangkau oleh semua produk Google-- URL hanya tidak dapat dijangkau oleh alat simulasi Fetch as Google.
ErrorAda error tak ditentukan yang mencegah Google menyelesaikan pengambilan.Jika error ini terulang lagi, buat posting di Forum Bantuan Webmaster kami.

Fetch & Fetch and Render


There are various features that Search Console offers to webmasters, among those Fetch & Fetch and Render are the most useful functions, Although they sound similar, they have significant differences in their functioning.

Fetch:


  1. Fetch does not run or request any other related resources from the URL, like scripts or images.
  2. This feature allows the webmaster to fetch a specified URL from the site, and publishes the HTTP response.
  3. The Fetch feature is mainly used to check security and network connectivity issues with the site.


Fetch and Render:


  1. Unlike Fetch, Fetch and Render feature also provides the page in accordance with the platform, like desktop or smartphone.
  2. This feature is similar to Fetch and Render in functionalities . where it fetches a specified URL from the site and presents the HTTP response.
  3. It requests and runs the scripts and images associated with the page.
  4. It renders a more detailed view of the page and helps the webmaster to detect how the Googlebot & user sees the page.


Sumber artikel bisa dilihat di bawah ini:

https://support.google.com/webmasters/answer/6066468?hl=id
https://www.semrush.com/blog/googles-fetch-and-render-why-its-important/
https://www.quora.com/What-is-the-difference-between-fetch-fetch-and-render-in-Google-Webmaster
https://productforums.google.com/forum/?hl=en#!category-topic/webmasters/3X0X8c3c39U

Perbedaan Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render di Google Webmaster

Itulah Perbedaan Fetch as GoogleBot dan Fetch and Render di Google Webmaster yang sering Anda temui tapi belum mengerti apa itu Fetch as Google. Semoga berguna...